Laman

Senin, 28 April 2014

DUKA DIANTARA CERITAMU

DUKA DIANTARA CERITAMU


lembanyung senja beri tanda duka
pertanda hukum kepastian yang bergerak melaju
gerombolan peramal menasbihkan diri lalui kepulan asap kemenyan
aroma menyengat meneror rongga hidungku
hidup hari ini jadi milik Tuhan Yang Agung
lalu jurus mengira-ngira kejadian melampaui akal sehat
inilah ciri kekuasaan alam gaib menguasai alam raya ibu pertiwi
bukankah semua manusia itu sama di mata Sang Kuasa
aku hendak menyoal cerita diantara dukamu hari ini kawan
gerombolan gagak bernyanyi dalam kegelapan
engkau membisikan kata nestapa, kematian itu menyeramkan
aku takjub pada kecerdasanmu yang mulai memudar kawan
akal jeniusmu berlari bersama cerita hantu yang mewabah di layar lebar
negeri ini tentu diperkaya cerita mistisme alam gaib
kuntilanak, gondoruwo bukanlah hikayat rekaan manusia normal
ya, aku tak mengerti kawan, setidaknya mereka mulai di kapitalisasi ketenarannya
alam kegelapan di sulap menyertai lolongan anjing gila di pemakaman
semilir angin yang mengupas bulu kuduk. merinding tertahan
lantas, mengapa. kuasa negara dan agama seakan membisu
mungkinkah kegelapan itu menyeramkan selamanya?

Kamaruddin Salim
Penvile, 28 April 2014
Pukul: 20.20 WIB

Rabu, 23 April 2014

BERILAH SENYUM MU

BERILAH SENYUM MU

Samar-samar alunan musik  itu terasa asyiknya
Klasik namun menyejukan jiwa jelang malam
Hayal perlahan menyatu dalam simponi yang menyapa hati
Diriku di seret ke dalam kenangan lama dan berarti
Tidak untuk beberapa saat, lama jua terasa
Ku ingat senyum damaimu menyatu dalam sikap yang bersahaja
Ruang sempit tak selamanya penghalang
Ini menjadi amanat yang menghidupkan
Berilah senyum mu, tak sebatas untuk ku
Dan musik klasik itupun tak berhenti
Tak aka sebait nada penyejukan, seindah senyum mu

Kamaruddin Salim

Pejaten, 12 Oktober 2012 

Kamis, 10 April 2014

BANGSA KITA


BANGSA KITA
Ini menunjukkan bangsa kita dalam keadaan sakit
Distorsi kata hak dan kewajiban, jaraknya sangat jauh
Terkadang, kata hak didahulukan dari kata kewajiban
Ini sikap tak terpuji mewabah dari pusat sampai daerah
Rilnya, marak praktek KKN, premanisme, dan hedonism
 Dan keikhlasan untuk mengabdi demi bangsa dan Negara berakhir di rongga mulut
Jalan bersama lain tujun, inilah  persoalan kebangsaan yang kita hadapi
Politik bertahta dalam jiwa penguasa yang gemar obral janji
Meneror musuh bagai api neraka jahanam
Elit partai hadir dan pergi dalam setiap pesta demokrasi yang mereka punya
Semua menjadi kisah lama yang terus di vermak dalam jurus baru
Demi rakyat, demi kesejahteraan, demi bangsa dan demi Tuhan
Inilah bangsa kita, rakyat disogok diterima, di bodohi diterima pula
Lantas, kenapa kita tetap memilih tanpa mengerti?

Kamaruddin Salim
Tanjung Barat, 6 April 2014
Pukul: 12.23 WIB

Kamis, 27 Maret 2014

30 September


30 September
30/ S Uraian sejarah yang hidup
Sejarah yang membekas dalam memori generasi negeri ini
Dan tak akan ter-lenyapkan
Ceritanya berbeda dan menakutkan kawan
Setiap manusia punya versi sendiri
Namun ingat, PKI tetap salah kawan
Aku paham, kita lahir zaman ORBA
Yang terlahir zaman ORLA itu Soekarno-is
Pro Komunisme, Nasakom dan Nekolim
Mereka bukan ORBA, kawan
Rilislah sejarah kita sebenar-benarnya
Ceritakan kepada generasi selanjutnya
30 September itu di hiasi darah para Jendral AD
Dan para algojo itu PKI, kawan
Darah itu merah Jendral, dan selalu merah kawan
Namun kawan, aku lelah berbohong
Janganlah memanipulasi sejarah
Ingatlah kata Bung Karno JAS MERAH
Dari sini aku tak menghendaki sejarah tertulis
Antara dendam dan amarah semata
Abaikan ideologi atapun kelas
Dan September tidak bebau darah-nya PKI hari esok
Ketapang-Pasar Minggu, 5 oktober 2010
Karya : Kamaruddin Salim

Mereka Marah


Mereka Marah
Riuh teriakan menggelegar di tanah Tarakan
Kalimantan bergejolak lagi, minggu 29 september
Si bugis dan dayak saling membunuh, membakar dan menghujat
Oh, lima orang di regut nyawanya
Bumi yang hijau di lumuri darah manusia
Negeri ini kian kacau dan jauh dari keberadaban
Letupan senjata dan amuk massa tidak terkontrol
Mulai dari dusun ter-isolasi hingga menteng-Jakarta
Kejahatan di minati masyarakat kita
Lain Tarakan lain pula Cilandak
Tarik picu gejolak antara nafsu dan hasrat jagoanisme
Tiga nyawa di regut teramat sadis
Aku bertanya, pembunuhan di benarkan???
Kacau….teramat kacau negeri ini
Belum usai Penyiksaan Jemaat HKBP dan Ahmadiyah
Ada amarah tak terkendali di poros pertiwi ini
Membunuh mengatasnamakan Perintah Agama
Oh….aku kian takut pada ajaran agama
Siapa yang tidak beragama saudaraku?
September bedarah…saudaraku
Bekasi, Medan, Tarakan dan Cilandak berdarah
Dan hari esok di mana lagi kawan??
Ketapang-Pasar Minggu, 5 oktober 2010
Karya : Kamaruddin Salim

SEMUA MENJADI BIASA



SEMUA MENJADI BIASA
Terkadang kita berseru
Kehidupan ini hanya milik yang kuat semata
Entah dari tenaga dibalik tubuh yang berotot
Atau mereka yang punya kekuasaan
Tenyata semua itu hanya semu belaka
Tak ada yang lebih kuat dari Tuhan semesta Alam
Dan kita tidak dapat melampaui kekuasaannya



Karya, Kamaruddin Salim
Ketapang-Pasar Minggu,15 Juni 2009

Jumat, 21 Maret 2014

ASA MELANGIT

ASA MELANGIT

Satu melodrama laskar sikumbang memberi cerita duka
harapan hidup dimutilasi kehiupan akal
dua duka dalam satu tema
terekam dalam kisah pohon jati
asa melangit para laskar menebar idea
mewarnai dunia, diawali kesadaran akan ilmu
lalu memuja mistik kegelapan
oh, satu rangkaian sosial mereka yang terpenjara hati nurani
tentu,lumrah lalu diamini
dukun dan kuasa Tuhan berebut posisi demu dipuja manusia
inilah kita dan budaya lamban berjalan semoga selamat

Kamaruddin Salim
Minggu, 29 Juni 2013
Mobil Tronton Mabes TNI AL
Pukul: 07.50. WIB